Posts

Koneksi Antar Materi, Modul 2.3, “Manfaat Coaching dalam Pendidikan ”

  Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya.Oleh karena itu seorang guru yang dalam hal ini berperan sebagai coach memiliki peran untuk menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) murid (coachee) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Didalam melakukan kegiatan proses coaching seorang guru hendaknya bisa menggali kekuatan atau potensi yang dimiliki murid agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya.  Sebagai seorang ‘coach’, Guru dapat memberikan ‘tuntunan’ melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya. Seorang guru hendaknya bisa memberdayakan potensi yang dimiliki oleh murid secara optimal. Untuk bisa memberdayakan potensi yang dimiliki oleh murid secara optimal dapat dilakukan dengan proses coaching yang dilakukan oleh guru.  Dalam proses coaching, murid akan di...

PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

       Tugas seorang guru tidak hanya mengajar namun seorang guru juga harus mampu untuk menciptakan well-being   (perasaan nyaman, sehat dan bahagia) dalam ekosistem pendidikan di sekolah.   Hal ini sesuai dengan filosofi dari KI Hajar Dewantara yaitu “pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat” disini guru sebagai pendidik hendaknya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid sehingga murid merasa nyaman, sehat dan bahagia. Murid yang bahagia lebih mudah menjalin hubungan sosial, membantu orang lain, memilki empati, dan kreatif sehingga bisa meraih prestasi yang tinggi dalam kehidupan dan dalam pendidikan khususnya. Wellbeing dipengaruhi oleh kesadaran penuh (mindfulness). Menurut Hawkins (2017), latihan berkesadaran penuh ( mindfulness ) dapat membangun keterhubungan diri sendiri  (sel...

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI SEBAGAI JAWABAN TERHADAP KEBUTUHAN BELAJAR SISWA YANG BERANEKARAGAM

     Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa setiap anak harus dilihat berbeda karena mereka memiliki keunikan yang berbeda sehingga harus diberikan perlakuan yang berbeda agar mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodratnya.   Sebagai seorang guru hendaknya kita memahami setiap keanekaragaman keunikan yang dimiliki oleh murid, seperti tingkat kognitif, intelegensi, gaya / minat belajar yang dimiliki dimiliki murid.  Memahami Siswa Secara terus menerus membangun kesadaran tentang kekuatan dan kelemahan siswa, mengamati, menilai kesiapan, minat, dan profil belajar mereka.  Sebagai seorang pendidik kita seyogyanya memiliki visi dan misi untuk mengakomodir dan mefasilitasi perbedaan yang dimiliki oleh murid, agar bagaimana dalam suatu ruang kelas yang memiliki beranekaragam keunikan bisa belajar dengan efektif dan dapat memenuhi kebutuhan setiap murid sehingga murid bisa berkembang secara holistik.  Guru bisa membuat rencana pembelajaran, as...

BUDAYA POSITIF DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MURID

Image
  Nama                : Titik Farniati Kelompok        : 3 (tiga) Fasilitator         : Bapak Yuli Cahyono Pendamping     : Bapak I Komang Witarsa      SINTESIS ANTAR MATERI Budaya menurut Soekamto berasal dari kata Sansekerta ³Budayyah yang merupakan bentuk jamak ³budhi” yang berarti akal. Dengan demikian budaya dapat di artikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan akal dan budi (Soekanto; 1983:166). Sementara itu Selo Sumarjan merumuskan budaya sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat . Sementara b udaya sekolah adalah keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah di masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang telah diterapkan di suatu sekolah merupakan budaya sekolah. Budaya sekolah sangat mempengaruh...

PENTINGNYA BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER MURID

  Nama                : Titik Farniati Kelompok        : 3 (tiga) Fasilitator         : Bapak Yuli Cahyono Pendamping     : Bapak I Komang Witarsa      SINTESIS ANTAR MATERI Budaya menurut Soekamto berasal dari kata Sansekerta ³Budayyah yang merupakan bentuk jamak ³budhi” yang berarti akal. Dengan demikian budaya dapat di artikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan akal dan budi (Soekanto; 1983:166). Sementara itu Selo Sumarjan merumuskan budaya sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat . Sementara b udaya sekolah adalah keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan. Budaya sekolah merupakan ciri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah di masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai yang telah diterapkan di suatu sekolah merupakan budaya sekolah. Budaya sekolah sangat mempengaruh...

DESAIN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA SESUAI DENGAN KEUNIKAN CARA BELAJAR SISWA SAAT PANDEMI DI KELAS VIII-9 SMPN 6 DENPASAR

Image
  Titik Farniati, S.Pd SMP Negeri 6 Denpasar CGP KOTA DENPASAR   1.       LATAR BELAKANG   Saat Pandemi covid 19 seperti saat ini, tatanan kehidupan berubah drastis. Semua bidang dipengaruhi termasuk bidang pendidikan juga kena pengaruh yang sangat besar. Konsep belajar di rumah menjadi pilihan dalam dunia pendidikan untuk membatasi penyebaran dari covid 19.Para siswa, guru dan orang tua sangat berperan dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online agar bisa berjalan dengan lancar. Ketika menjalani sekolah online, baik guru, orang tua dan murid sebaiknya saling bersinergi agar bisa menentukan cara efektif belajar selama pandemi. Orang tua diharapkan bisa berperan aktif dalam kegiatan sekolah online yang dilakukan dari rumah. Keberhasilan seorang anak dalam belajar bukan hanya tugas guru, melainkan ada kolaborasi antara orang tua dan anak. Agar murid bisa efektif belajar online dari rumah selama kondisi Pandemi, kita s...